Tim Surabaya dan Malang Raih Juara di Kejuaraan Kendo Nasional di Jakarta

credit to: Arekkendo
Tim kendo Surabaya-Malang berhasil menjadi juara satu setelah mengalahkan Tim Gabungan Yogyakarta dan Medan di pertandingan final Indonesia National Kendo Tournament di Jakarta, 9 Juli 2017.

Selain menjadi juara satu di pertandingan beregu, kendoka dari Jawa Timur (Surabaya dan Malang) juga mendapatkan juara 3 di kelas perorangan putra dan Best Fighting Spirit Putra maupun Putri.

Berikut hasil lengkap dari Indonesia National Kendo Tournament 2017

Perorangan Putra:
1. Marcel Oesman (Jakarta)
2. Jesta Ghandama (Jakarta)
3. Yusuf Poenta (Surabaya)

Perorangan Putri:
1. Neglasari Martini (Jakarta)
2. Isnaeni Arini (Jakarta)
3. Fifi Afifa (Jakarta)

Beregu:
1. SKA/MKA (Surabaya dan Malang)
2. PMKC/YKA (Medan dan Yogyakarta)
3. JKA B (Jakarta)

Best Fighting Spirit Putra:
1. Erman Ardie (Surabaya)
2. Fransiskus Buntaran (Jakarta)

Best Fighting Spirit Putri:
1. Derralita Nurhadi (Surabaya)
2. Putri Octavia (Jakarta)

Gashuku Penutup Tahun

Ini adalah rangkaian terakhir dari event yang diadakan oleh IKA, Gashuku Jakarta. Banyak event yang diadakan oleh IKA dalam tahun ini, salah satu nya mengikuti World Kendo Championship di Jepang pada bulan Mei kemarin dan event tahunan seperti Turnamen Nasional dan Matsuri Kendo tournament bekerja sama dengan kedutaan Jepang di Indonesia. Nah, untuk event gashuku kali ini agak berbeda dari gashuku sebelum-sebelumnya. Selain materi yang diajarkan, juga peserta yang mengikuti. Peserta yang datang ada beberapa perwakilan dari semua dojo yang bernaung dalam anggota IKA seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Surabaya, dan Malang, dan juga beberapa warga negara Jepang.
12357213_10153791596612943_1963430875794372569_o
Hari pertama Gashuku diisi dengan materi kihon. Pada awal latihan, para peserta diwajibkan shomen suburi dengan tsuri ashi sebanyak 500 kali. Jadi dari ujung ke ujung lapangan, semua melakukan shomen uchi yang benar. Hal ini lumayan membuat berkeringat para peserta, meski ruangan saat itu dibantu dengan dingin nya AC. Setelah itu berlanjut pada pemanasan dimana yang melatih selama gashuku itu adalah Shiota sensei dan Ban sensei dengan diawasi Minami sensei. Para kenshin Indonesia pasti sudah kenal dengan nama Shiota sensei yang mempunyai teknik-teknik bagus dalam kendo, jadi ini merupakan kesempatan langkah. Setelah pemanasan, berlanjut pada latihan kihon. Kihon merupakan pondasi penting dalam kita belajar kendo, jadi jangan heran jika setiap kali Gashuku atau latihan bersama sensei baik itu seminar atau apapun, pasti akan diajarkan hal dasar ini. Latihan kihon dimulai dari ashi sabaki, atau latihan kaki dalam hal ini kuda-kuda. Mulai dari tsuri ashi maju, mundur, balik badan, semua diajarkan. Kemudian berlanjut pada pukulan-pukulan seperti Men uchi, Kote uchi, Do uchi, Kote men, tsuki dengan berbagai macam variasi. Dalam sesi pertama ini, tak lupa juga Shiota sensei mengajarkan bagaimana kita bisa belajar mengontrol shinai kita. Suatu hal yang kadang kita lupakan, tapi ini sangat penting. Untuk bisa mengontrol shinai kita, diperlukan juga pergelangan yang kuat.

Setelah istirahat, masuk pada sesi kedua. Pada sesi ini banyak belajar waza, aplikasi dari kihon yang kita pelajari tadi. Banyak sekali waza yang diajarkan, dan setiap waza harus dapat poin pada setiap pukulan, jika tidak sudah ada hukuman menanti, yaitu uchikomi men 6 kali. hehehe,,,,, Pada sesi ini banyak yang tumbang, mungkin karena sesi pertama tadi sudah menguras banyak energi. Kemudian gashuku hari pertama ditutup dengan godou geiko dengan para sensei dan setelahnya adalah acara dinner bersama seluruh peserta gashuku. Acara dinner digunakan untuk bersenang-senang dan share dengan sesama kenshin, ada yang ketawa-ketiwi bercanda, gossip, modus, kenalan, bahkan ada yang adu panco dengan para sensei. Acara ini benar-benar membuat refreshing setelah seharian “bersenang-senang” di dojo, rasa capeknya seketika hilang begitu saja, tetapi kembali lagi setelah kita istirahat di penginapan atau di rumah. hehehe…
12357117_10153791600022943_7415187153016675225_o
Gashuku hari kedua lagi-lagi diawali dengan shomen suburi sebanyak 300 kali, kembali “mengepel” lantai dojo. Selain itu juga materi tsuri ashi juga ada, ini untuk melatih langkah kita. Dan kemudian pengulangan beberapa kihon yang diajarkan pada gashuku hari pertama untuk kemudian ada materi shiai geiko. Untuk materi ini, dibagi beberapa kelas berdasarkan grade dan kemampuan. Ada 4 group yang dimana setiap anggotanya harus bertanding dengan sistem ippon shobu. Dari satu group itu diambil 3 besar untuk mengikuti tournament kecil-kecil an masih dengan sistem ippon shobu. Dan yang keluar jadi pemenang adalah Ukuda sensei. Setelah acara tersebut, diadakan lagi godou geiko bersama para sensei sebagai rangkaian penutup acara gashuku.
12339652_10153791592062943_7030819258399863991_o
Kesan dan pesan pada gashuku ini adalah ini adalah gashuku yang berbeda dari gashuku-gashuku sebelumnya. Pada gashuku ini banyak belajar tentang teknik dalam kendo dan untuk diri sendiri. Selain itu ikut sertanya para kenshin dari seluruh dojo, membuat gashuku semakin berwarna dan para sensei bisa melihat bagaimana perkembangan para kenshin di daerah lain. Untuk pesan, mungkin kedepannya bisa para kenshin yang masih muda bisa mengikuti event seperti ini, sehingga ilmu bisa langsung di dapat sendiri dan saling kenal anggota dari luar daerah. Jangan takut ikut gashuku, jika latihan keras, itu wajar karena gashuku untuk membentuk kita menjadi lebih baik dan lebih mengasah lagi skill kita dalam kendo.

Demikian tulisan tentang gashuku jakarta… terimakasih, sampai berjumpa lagi. 🙂

12339436_10153792732092943_6814334621046841500_o
12377963_10153791592332943_6317029306468737497_o
12341460_10208374496108009_7545231268464230925_n

Credit photo by Negla senpai (via facebook)

Suburi

Setiap akan memulai latihan, selalu ada sesi pemanasan yaitu suburi atau yang berarti mengayun. Dalam kendo, ada beberapa macam suburi, antara lain :

  1. katate-suburi(片手素振り?)

Ini adalah suburi yang lumayan berat, karena kita harus memegang shinai dengan satu tangan, yaitu tangan kiri yang buat sebagain besar kenshin adalah tangan yang lemah. Katate-suburi ini berfungsi sebagai acuan kita dalam memukul lurus lawan dan juga melatih pergelangan tangan supaya lebih fleksibel dalam memukul. Selain itu membiasakan kita memakai tenaga tangan kiri dalam memukul.

 

  1. haya-suburi(速素振り?)

Suburi satu ini biasa dilakukan pada akhir pemanasan. Suburi dengan melangkah secara cepat dengan pukulan shomen uchi ini juga berfungsi untuk menyelaraskan pukulan dan langkah kaki kita di posisi berjalan atau gerakan cepat. Terkadang gerakan suburi ini disebut choyaku-men.

 

  1. chōyaku-suburi(跳躍素振り?)

Berbeda lagi dengan suburi ini, suburi satu ini mengharuskan kita meloncat sambil memukul shomen. Lumayan buat pegal juga sih, tapi ini untuk menyelaraskan pukulan dan loncatan kita agar sama.

 

  1. jōge-suburi(上下素振り?)

Ada macam – macam suburi untuk membantu membuat fleksibel pergelangan tangan kita, salah satunya adalah joge suburi ini. Gerakan joge suburi adalah mengayun dari belakang sampai hampir menyentuh tanah, atau setinggi lutut kaki.

 

  1. naname-suburi(斜め素振り?)

Ini adalah suburi dengan pukulan diagonal ke arah dou lawan, dan pukulan dimulai dari sebelah kiri.

 

6.shōmen-suburi (正面素振り?)

Kalau suburi satu ini sudah tidak asing lagi, ini adalah ayunan ke arah kepala atau men.

 

  1. zenshin-kōtai-shōmen-suburi(前進後退正面素振り?)

Ini adalah suburi yang sama dengan shomen suburi, tetapi dilakukan sambil melangkah ke depan, lalu kembali ke belakang.

 

  1. sayū-men-suburi(左右面素振り?)

Jika tadi katate suburi adalah untuk melatih tangan kiri, kini adalah suburi untuk melatih tangan kanan. Cara nya adalah dengan mengayunkan shinai ke kenan kiri dengan kekuatan tangan kanan kita.

Suburi ini biasanya dilakukan sebanyak 10 set sebelum memulai latihan atau bisa juga 100 kali ayunan setiap latihan, terutama untuk naname suburi dan haya suburi.  Naname suburi berguna juga untuk membantu kita memukul dou lawan, dan haya suburi untuk membantu menambah stamina kita dalam berlatih.

Seperti kata sensei, suburi ini sangat membantu perkembangan skill kendo kita,karena itu setiap kenshin diwajibkan melakukan suburi di rumah secara intens setiap hari.

Tertarik mencoba ? silahkan….. hehehe…

History of East Java Kendo Tournament

East Java Kendo Tournament (EJKT) atau Turnamen Kendo Jawa Timur yang ke 4 baru saja selesai dan hasilnya bisa dilihat di sini. Tidak ada salahnya bercerita tentang turnamen terbesar di jawa timur ini dan satu-satunya turnamen yang terbuka bagi seluruh kendo kenshin di Indonesia, baik warga negara asing juga, asal masih tetap satu affiliasi dan berlatih di dojo satu affiliasi IKA. Lalu bagaimana sejarah nya bisa berdiri East Java Kendo Tournament yang selalu diadakan setiap tahun ini ? Begini ceitanya :

Sekitar tahun 2009, waktu itu kendo di jawa timur belum sepopuler dengan anggota sebanyak sekarang. Dulu diawal berdirinya hanya ada dojo Kouryuu (Suroboyo Kenyuukai sekarang), Kendo Unitomo, dan Kendo ITS. Pada jaman itu hanya tiga dojo itu saja yang kendo nya terlihat aktif, sementara Malang Kendo masih baru terbentuk dan baru berdiri pada bulan januari dan anggotanya masih baru-baru. Berawal dari turnamen Yamaha Cup, dimana turnamen ini di sponsori oleh Masukata sensei  yang saat itu menjabat General Manager Yamaha Music se- Asia pasific (maaf jika jabatan salah), memunculkan ide dibentuknya turnament sesuai dengan nama perusahaan asal jepang tersebut. Turnament berjalan lancar tetapi tidak berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

 

Seiring berjalannya waktu, mulai banyak dojo di jawa timur, tercetus lah ide untuk membuat Yamaha Cup lagi karena bertepatan juga dengan kunjungan sensei-sensei dari jakarta yang kesekian kali untuk ada grading (waktu itu belum masuk FIK). Dan lagi-lagi Masukata sensei siap menjadi donatur, tetapi tidak mau dengan nama Yamaha Cup. Setelah dirapatkan dengan dua dojo besar saat itu, Suroboyo Kenyuukai dan Malang Kendo Club, terbentuklah East Java Kendo Tournament pertama kali pada tahun 2012. Pada saat  itu peserta hanya internal saja, dojo-dojo di jawa timur semacam Malang dan Surabaya saja.

 

Dengan bertambahnya salah satu turnamen internal di jawa timur selain Malang kendo taikai dan Kouryuuki, ini membuat jam terbang para kenshin junior semakin bertambah. Lalu pada tahun berikutnya, mulailah di buka turnamen ini untuk nasional. Pada tahun 2013 atau EJKT ke 2, datanglah dojo dari Jakarta dan Jogja. Persaingan di turnamen ini semakin seru dan sengit dengan kedatangan kedua dojo tersebut. Begitu juga pada tahun 2014, EJKT ke 3, yang juga diikuti dari dojo Jogja dan akhirnya hingga saat ini. Kami berharap kedepanya bisa lebih banyak lagi dojo-dojo kendo di Indonesia yang bisa ambil bagian di turnamen terbesar di jawa timur ini dan bisa menjadikan salah satu turnamen yang wajib di ikuti setiap tahun nya.

Berikut ini ada beberapa dokumentasi tentang turnamen yang tadi saya ceritakan dari tahun ke tahun. 🙂

 

Yamaha Cup 2009
Yamaha Cup 2009

 

1st East Java Kendo Tournament 2012
1st East Java Kendo Tournament 2012

 

2nd East Java Kendo Tournament 2013
2nd East Java Kendo Tournament 2013

 

3rd East Java Kendo Tournament 2014
3rd East Java Kendo Tournament 2014

 

4th East Java Kendo Tournament 2015
4th East Java Kendo Tournament 2015

Kendo : Membentuk jiwa pantang menyerah

Berlatih kendo, bukanlah hanya soal melatih skill saja, jika mau lebih di dalami, latihan dalam kendo dapat terbawa dalam kehidupan kita sehari-hari. Ambilah contoh tentang Shikai, Mokuso, Rei, yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, menurut pendapat saya yang masih seumur jagung dalam kendo, masih cupu banget, ada satu hal yang diajarkan kendo dalam kehidupan saya, yaitu jiwa pantang menyerah. Yah, jiwa pantang menyerah, jiwa fighter kalau kata orang. Beberapa kali saya kadang berbincang dengan sensei-sensei saya, seperti Masukata sensei dan Sudo sensei (karena emang sering kumpul ama mereka, temani minum) Hehehehe…. mereka banyak mengajarkan tentang bagaimana harus berkendo, seperti kutipan seperti ini :

Kalau keiko, jangan berhenti sebelum dapat poin” –  Masukata Sensei

“Kalau latihan sudah lelah, tidak bisa pukul, jangan berhenti. Harus coba satu kali lagi.. satu kali lagi… lagi dan lagi” Sudo sensei

Never Give Up !!
Never Give Up !!

Dua quote itu selalu saya tanamkan dalam diri saya. Inti dari dua quote itu adalah jangan mudah menyerah. Dan untuk kedua hal itu, setiap kali keiko wajiblah saya dan teman-teman lain (para senior di dojo) selalu mencari pasangan keiko yang skill nya hampir sama atau lebih tinggi. Jarang buat kita untuk berpasangan dengan kohai kita, jika ada sensei atau senpai yang lebih tinggi tingkatan dari kita di dojo. Menciptakan jiwa pantang menyerah itu sangat sulit, ya harus diakui itu. Mungkin teman-teman yang berlatih kendo tahu bagaimana lelah, berat, pusing nya berlatih kendo dengan pasangan yang lebih hebat dari kita, apalagi sensei. Sudah pasti kita bakal jadi sandsack hidup buat mereka, tapi dari situlah belajar untuk tidak mudah menyerah mencari sedikitnya satu poin ippon saja dari mereka. Memang sulit, tapi ingat, semangat pantang menyerah itu harus tumbuh di setiap kendo kenshin.
Lalu bagaimana jiwa pantang menyerah itu bisa tumbuh dalam diri saya ?
Dulu, sewaktu saya masih lebih cupu dari pengalaman kendo sekarang, saya suka dengan zona nyaman saya di kendo. Saya sebisa mungkin menghindari keiko dengan sensei, mentok-mentok juga dengan senpai-senpai yang masih orang Indonesia, bahkan dengan sensei saya sendiri. Karena saya tahu bahwa sudah pasti saya kalah dalam segala hal dengan mereka, yang aku dapat hanya capek dan malu. Sampai akhirnya Shimomura sensei, sensei dari jakarta pernah bilang pada saya yang memilih melepas men lama-lama saat sesi Godou keiko. Begini teguran beliau yang sampai sekarang mengena di hati :

” You are senior in your dojo, you have many kohai isnt it ? You want all your kohai have a fighting spirit. How about you ?  come on, show your spirit with still wear your bogu, keiko with all sensei in here. Your kohai will see your attitude, so he will follow you. Wake up, wear your men, dont give up! ” – Shimomura sensei

 

Begitulah teguran keras yang membuat saya harus kembali berpikir 180 derajat dalam menjalani kendo ini. Semangat pantang menyerah dan menjadi contoh untuk para kohai menjadi salah satu motivasi saya untuk bisa terus berdiri dan mengikuti setiap kegiatan kendo bersama para senpai dan sensei yang hebat-hebat.

Gambaran tentang pengalaman saya ini, semoga bisa menjadi sebuah inspirasi buat teman-teman yang membaca artikel sederhana ini.  Jika anda masih seorang kohai, baik itu ditanamkan sedini mungkin sehingga anda akan mengerti manfaat dalam berlatih kendo. Jika and seorang senior, baiklah ini menjadi sebuah inspirasi anda bagaimana memotivasi dan menjadi teladan bagi kohai anda. Kita tidak bisa menyuruh seseorang seperti yang kita mau, jika kita tidak memberikan contoh.

Sankyuu 🙂

Melatih jiwa samurai dalam Kendo

Ini adalah postingan opini pribadi sih, berdasarkan pengalaman yang selama ini saya rasakan. Selain itu, ini hanya sedikit share buat yang ingin lebih mengenal kendo, bukan yang untuk just for fun, karena menurutku artkel ini kurang tepat karena ditulis seorang yang mencoba strech akan kendo .

Kendo_edit_by_Sturmgeist

                Selama beberapa tahun ini sebagai seorang kenshin yang masih belum tahu apa-apa dan menjadi seorang senior dalam sebuah dojo, banyak pengamatan dan ilmu untuk mengembangkan kepribadian dalam belajar kendo. Tidak hanya belajar tentang skill berlatih kendo, tetapi buat saya yang tidak kalah penting adalah pembelajaran pada karakter kita sebagai seorang kenshin. Seperti yang kita tahu bahwa kendo adalah pengembangan dari latihan seorang samurai, jadi secara tidak langsung kita belajar mempunyai jiwa seorang samurai. Jiwa sebagai seorang ksatria yang loyal pada majikannya dan selalu patuh akan peraturan yang ada dalam kelompok atau clan nya dan berusaha tidak membuat malu clan atau tuan nya dalam setiap tindakannya. Hal yang sama sepertinya harus dipelajari dari setiap kenshin yang belajar kendo. Menurut saya ini hal yang baik.
Buat saya, dojo adalah sebuah organisasi yang menggambarkan sebuah clan, dengan sensei sebagai majikan kita. Dan kita para kenshin adalah para samurai yang wajib loyal dan juga mengikuti segala peraturan dari dojo tanpa perlu bertanya kenapa begini, kenapa begitu, karena setiap rumah ada peraturannya sendiri-sendiri. Berikut adalah beberapa penjabaran yang mungkin bisa sedikit memberi inspirasi pada teman-teman yang membaca :
Loyal
Loyal pada sensei dalam hal ini adalah memandang sensei sebagai guru kita untuk menjalani jalan pedang yang sudah kita pilih ini, mengenalkan kita pada budaya mereka, mengajarkan kita tentang applikasi kendo dalam kehidupan sehari-hari. Loyal pada sensei bukan berarti kita menomor satukan beliau, ingat, tetap ada Tuhan yang menjadi utama kita untuk lebih loyal padaNya. Dalam belajar kendo, juga menyangkut nilai spiritual yang tinggi. Itu yang selalu harus kita pegang dalam kita menjalani nya.

Mengikuti segala peraturan
Selalu saya beritahukan pada anggota baru bahwa kendo tidak hanya tentang berlatih dengan shinai, tetapi juga sikap saling menghargai, taat pada pertaturan, dan tata krama. Tak hanya fisik yang dilatih, tetapi juga hati dan mental kalian. Saya yakin setiap orang mempunyai ego, apalagi jika ada sebuah peraturan yang tidak sesuai dengan keiinginannya, ego itu pasti akan langsung muncul. Sebagai seorang ksatria, wajiblah kita memendam ego itu dan patuh pada setiap peraturan yang sudah dibuat, bahkan sebelum kita bergabung. Wajib hukumnya bagi kita mentaati dan menghargai nya. Itu adalah salah satu poin penyesuaian diri anda sebagai ksatria di lingkungan sekitar anda.

Tidak membuat malu clan atau guru anda
Dalam dunia beladiri, tindakan seorang anggota bisa berakibat pada pandangan orang lain, perguruan lain, atau kelompok lain akan citra komunitasnya. Di poin ini, mungkin kita harus banyak belajar akan tindak tanduk kita dalam bersikap dengan orang lain, sensei dari dojo lain, dll. Karena dari situlah kita dinilai, komunitas kita dinilai. Jadi pintar-pintar lah berucap dan membawa diri.

Mencintai negara sendiri
Tidak sedikit mereka yang ikut kendo, beladiri asal jepang ini yang ikut karena cinta akan budaya jepang. Yah awalnya dulu saya memang begitu, tetapi lambat laun saya sadar bahwa seharusnya saya harus lebih cinta dengan negara saya sendiri. Berlatih dengan orang jepang, bukan berarti saya harus menjadi jepang karena pada dasarnya saya adalah orang Indonesia. Banyak persepsi yang salah tentang hal ini. Kita sebagai ksatria sudah sewajibnya mencintai negara kita ini meski kita belajar budaya negara lain. Dan mana yang baik itu lah perlu kita tambahkan untuk membuat manusia berkualitas di negara ini.

20140717_214158

Tetapi tidak semua orang bisa mengerti akan hal ini. Lama sebagai senior di Malang Kendo Club, banyak saya melihat anggota yang keluar masuk dalam club ini. Banyak alasan kenshin yang memilih keluar atau menjadi tidak aktif lagi dalam berlatih kendo. Ada yang karena berbenturan waktu, ada yang cedera, ada yang sibuk dengan kegiatan lain, dll  yang ujungnya mereka tidak lagi berlatih kendo. Saya menyadari bahwa untuk menjadikan seseorang yang bisa sepemikiran dengan kita itu sangat sulit karena setiap orang punya prioritas dan target dalam hidup yang berbeda dan pastinya tidak akan sama. Dalam hal ini sepertinya perlu untuk membentuk orang yang bisa menjadi seperti kita dengan sebuah contoh. Jika kita ingin membentuk kohai kita seperti apa yang kita ingin kan, perlulah sebagai seorang senior memberikan contoh juga. Dalam kendo, terutama di dojo saya, sebisa mungkin kami menjadi saudara, tanpa ada batas sekat antara senior dan junior di luar dojo. Dengan begitu akan lebih mudah jika bisa saling share dan yang akhirnya bisa mencoba membuat mereka mengerti pemikiran kita ini.

Mungkin sekian dulu tulis menulisnya, kita lanjutkan lain waktu… Ja mata..