Asageiko : Teriakan semangat di kala matahari terbit

Helo guys,
Dalam kendo, banyak juga anggota yang asing dengan istilah2 gerakan atau suatu kegiatan, mungkin salah satunya asageiko. Asageiko adalah gabungan dari Asa, yang berarti pagi, dan geiko/keiko yang berarti latihan. Jadi Asageiko adalah latihan pagi, tapi bukan asal pagi. Asageiko biasa dilakukan mulai dari subuh, atau ketika matahari belum muncul dan selesai ketika matahari sudah mulai muncul dan bersinar. Kalau di Indonesia, dengan waktu Indonesia bagian barat, mungkin waktu yang cocok adalah mulai jam 05.00 – 07.30 WIB.

Jpeg

Apa manfaat asageiko ?

Jika melihat jam yang begitu pagi dan masih enak2 nya di kasur buat lanjutin mimpi, banyak kendoka yang akan berpikir dua kali untuk melakukan latihan sepagi itu, tapi jika melihat lebih dalam jalan pedang ini, maka akan kita temukan manfaatnya, menurut aku. Asageiko mengajarkan kita untuk menjadikan diri bukan menjadi pemalas, menyambut hari dengan semangat baru setiap paginya. Seperti yang diajarkan pada kendo untuk melatih diri menjadi lebih baik. Selain itu, berlatih pagi hari membuat kita menjadi lebih sehat karena dapat menghirup udara lebih segar dan bersih ketimbang saat hari mulai siang.

Di Malang sendiri baru 2 minggu ini melalukan asageiko. Yah buat aku yang biasa pulang pagi jam 2 atau jam 3 lumayan buat pegel juga. Bayangkan pulang jam segitu, lalu jam 5 pagi sudah harus berangkat e tempat latihan. Tapi benar hal ini membuat kita jadi harus melawan rasa malas itu buat bangun pagi meski nanti siang bisa tidur lagi sih hahaha… tapi setidaknya ada hal yang membuat kita jadi lebih disiplin dalam berlatih. Bahkan beberapa yang berlatih pagi hari merasa badan lebih segar ketika berangat kerja. Buat aku Asageiko adalah cara latihan yang berbeda, selain waktu pagi hari, kita juga terbatas waktu berlatih. Sementata di sisi lain spiritual, buat aku bisa salah satu cara menyambut kembali kebaikan Tuhan atas hidup dan nafas yang masih diberikan pada hari ini. Meet your God before the sun meet you, and thanks to Him for the grace.

Thanks for reading.

sumber : https://bjornsjournal.wordpress.com/2016/03/09/asageiko-teriakan-semangat-di-kala-matahari-terbit/

8th Kouryuuki 2016

1455525296187
Pada tanggal 14 februari kemarin adalah tahun ke 8 Kouryuuki diadakan. Kouryuuki adalah turnamen tahunan memperingati hari ulang tahuan Kendo Surabaya, dalam hal ini sebagai tuan rumah adalah Suroboyo Kenyuukai dan turnamen ini diadakan secara internal, melibat kan dojo Malang dan Surabaya. Tidak seperti tahun-tahun kemarin, kouryuuki tahun ini agak berbeda, begitu pula dengan hasilnya. Untuk tahun ini di pertandingan 3 kelas, kelas Man, Woman, dan Team saja, tidak ada pembedaan kelas berdasarkan grade.

Jalan pertandingan.

Tournament kali ini dimulai dengan divisi wanita terlebih dahulu. Pada turnamen kali ini diikuti oleh 7 peserta wanita dengan komposisi 5 dari dojo Surabaya, dan 2 dari dojo Malang. Deralita unggulan dari Surabaya membuka awal pertandingan dengan mengalahkan Paramitha dari Malang dengan 2 ippon. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan antara Yully dan Sandra yang sama-sama dari Surabaya, kemenangan di dapat oleh Sandra dengan mangalahkan Yully yang merupakan senior di Surabaya dengan 2 ippon langsung. Melihat track record Sandra yang sempat mengalahkan unggulan satu dojonya, Deralita, tak heran jika bisa mengalahkan Yully yang baru saja kembali ke dojo. Berlanjut ke pertandingan bibit muda Surabaya, Adeline dan Kireina. Kedua generasi muda surabaya yang masih juga berusia muda, harus saling bertarung untuk bisa melanjutkan langkah selanjutnya. Dan akhirnya setelah melewati tambahan waktu, encho, Adeline lah yang berhak melangkah ke babak selanjutnya yang kemudian harus berhadapan dengan Sandra. Di pool A, Deralita sudah di tunggu oleh Yossi dari Kendo Malang, yang juga merupakan pendatang baru di tournament ini. Meski kalah pengalaman dan kualitas kendo nya, pertandingan antara Deralita dan Yossi berlangsung cukup seru. Yossi dengan semangat pantang menyerah bisa mencuri 1 ippon men dari Deralita yang kemudian harus mengakui keunggulan Deralita dengan 2 ippon men, 1 – 2, Deralita lolos ke babak selanjutnya. Di pool B, Sandra berhasil melanjutkan langkah setelah menang agak susah payah melawan juniornya, Adeline yang kuat dalam defense dengan 1 ippon dari Men. Akhirnya final mempertemukan Deralita dan Sandra, mengulang pertemuan keduanya di East Java Kendo Tournament 2015 dimana Deralita harus mengakui keunggulan Sandra. Sementara itu di tempat ketiga terjadi perebutan antara 2 pendatang baru, Yossi dari Malang melawan Adeline dari Surabaya. Pada pertandingan ini terlihat kontras, Yossi banyak menyerang dan Adeline bertahan. Tapi akhirnya Yossi mampu mengambil 2 ippon men dari Adeline sehingga membuat dia mendapatkan tempat ketiga di tournament ini. Kembali ke pertandingan final antara Deralita dan Sandra yang sama-sama dari Surabaya, mengusung misi balas dendam, Deralita akhirnya bisa menang 2 ippon dari Sandra meski juga tidak di dapat dengan mudah.

Berlanjut ke kelas pria yang diikuti 19 orang kenshin dengan komposisi 8 orang dari Malang dan 11 orang dari Surabaya. Pembuatan bagan untuk pertandingan ini sempat memakan waktu agak lama karena harus menentukan dimana ditempatkan kenshin yang memiliki jam terbang tinggi dengan yang masih baru supaya adill. Pada akhirnya ada 4 orang yang masuk ke semifinal yaitu Erman dan Indra yang merupakan 2 orang senior di jatim yang sudah cukup malang melintang namanya di dunia kendo Nasional. Di pool B ada Kharis dan Ilham yang merupakan bibit muda dari Malang, memberikan kejutan dengan mengalahkan beberapa unggulan di pool tersebut. Erman memulai determinasinya dengan mengalah kan Andri, debutan dari Malang dengan 2 ippon men. Kemudian mengalahkan Fadly, unggulan Kendo ITS yang sebelumnya mengalahkan Sunaryo dari Malang, dengan 1 ippon men dan 1 ippon kote. Berbeda dengan lawan nya, Indra bisa mencapai semifinal setelah mengalahkan Ivan yang juga merupakan unggulan dari Kendo ITS dengan 2 ippon men, dan selanjutkan mengalahkan Iman, sesama senior dengan encho 1 ippon men. Sementara itu langkah 2 kenshin di pool B yaitu Ilham yang mengawalinya dari mengalahkan Dharma dari Surabaya dengan 2 ippon kote dan harus kembali berhadapan dengan Budi yang merupakan adik dari Dharma. Ini seperti Ilham mengalahkan satu keluarga saja, hehehe… tapi lagi-lagi Ilham menang dengan 1 ippon kote dan 1 ippon men. Dan torehan manis di dapatkan Ilham setelah selanjutnya bisa mengalahkan unggulan dalam divisi ini, Yusuf, dengan 1 ippon men di babak tambahan waktu atau encho. Dan semifinalis kedua, Kharis, mengawali nya dengan mengalahkan Alo dari Surabaya dengan 2 ippon men. Kemudian berhadapan dengan senior berpengalaman Mohewa dengan 1 ippon men dan 1 hiki waza Do, sebuah kejutan dari Kharis. Modal ini dibawa pada babak selanjutnya setelah berhasil mengambil 2 poin dari kesalahan gyaku do Teddy dari Malang yang juga merupakan seniornya di dojo. Ini merupakan kejutan kedua di pool B yang bisa di bilang pool neraka di turnament kali ini. Pada babak semifinal ini, Erman dan Indra yang merupakan wakil dari senior harus saling bertarung untuk bisa melangkah ke final. Pertandingan kedua kenshi senior ini berlangsung seru dengan diawali poin men dari Indra. Merasa kecolongan diawal pertandingan, Erman membalas dengan poin kote dan diakhiri dengan poin men yang membawanya menuju ke final. Sementara di pool B, dua orang kenshi asal satu dojo kembali harus bertarung untuk bisa mencapai final. Karena berasal dari dojo yang sama dan sering berlatih bersama, membuat mereka bisa saling mengerti kelemahan satu sama lain dan dalam hal ini Kharis lebih unggul setelah harus mengubur impian Ilham ke final dengan 1 poin men dan 1 poin kote. Jadilah perebutan juara ketiga oleh Indra melawan Ilham, lagi-lagi pertandingan antara senior vs junior. Dan lagi-lagi sang junior membuat kelompok senior menjadi malu, setelah Indra yang sempat memperkecil kans Ilham untuk bisa mendapatkan gelar ketiga harus sirna setelah Ilham mendapatkan poin men. Pertandingan final divisi pria juga tak kalah seru karena mempertemukan kembali senior junior satu dojo, meski sekarang Erman mewakili Surabaya. Kharis dengan meyakinkan mendapatkan poin men, pada awal pertandingan dengan cepat. Erman seperti merasa terpacu untuk mendapatkan juga poin dan hasilnya pengalaman berkata. Erman menang setelah poin men dan do nya menghempaskan kans kemenangan di awal yang dimiliki oleh Kharis.

Pertandingan dilanjutkan dengan nomor terakhir dan paling bergengsi yaitu team match. Pada nomor ini ada 3 team yang ikut serta, yaitu 1 team dari Malang dan 2 team dari Surabaya. Peraturan di pertandingan ini adalah tidak ada anggota senior yang boleh masuk di team, semuanya menjadi shinpan, jadi hanya mereka yang junior bermain di nomor ini. Selain itu sistem pertandingan menggunakan sistem liga, jadi siapa yang mendapatkan poin terbanyak itulah yang menjadi pemenang. Dan akhirnya Malang bisa memenangkan nomor ini dengan mengumpulkan 11 poin, disusul SKA B dan tempat ketiga SKA A.
Tournament hari itu ditutup dengan godou keiko, penyerahan hadiah, dan hadiah dari Suroboyo Kenyuukai kepada Sudo Sensei yang sudah berusia 60 tahun. Berdasarkan penjelasan sensei, Sudo sensei sudah 30 tahun di Jepang dan 30 tahun di Indonesia. Dan rencana kedepan akan mengambil Dan 7 di tahun 2019, semoga di mudah kan. Amien.

Okay demikian penjabaran pertandingan di kouryuuki 8 tahun 2016 yang penuh kejutan, dan berikut hasil nya :

Woman division :
Champion : Deralita Heidi Nurhadi
2nd Place : Sandra Elsafitri
3rd Place : Yossi V. Gheasanta

Man division :
Champion : Erman Ardie
2nd Place : Kharis Nurseha R.
3rd Place : Ilham Harris A.

Team Match :
Champion : Malang Kendo Association
2nd Place : Surabaya Kenyuukai B
3rd Place : Surabaya Kenyuukai A
1455525228818

1455525242575

1455525251322

1455525275611

Informasi tentang Gashuku Puncak & Grading 2016

Seperti yang sudah di informasikan, bahwa akan diadakan Gashuku di Kyudokan Dojo, Puncak Bogor pada tanggal 16-17 Januari 2016. Gashuku ini di khususkan untuk kenshin Jakarta dan Bandung, tetapi juga terbuka untuk kenshin dari daerah lain yang merupakan anggota dari IKA.

Selain itu juga akan diadakan Grading di Jakarta Japanese School pada tanggal 23 Januari 2016.

Demikian info yang bisa di sampaikan, untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan pada pengurus dojo masing-masing regional, atau kepada pengurus IKA. Terimakasih.

Gashuku Penutup Tahun

Ini adalah rangkaian terakhir dari event yang diadakan oleh IKA, Gashuku Jakarta. Banyak event yang diadakan oleh IKA dalam tahun ini, salah satu nya mengikuti World Kendo Championship di Jepang pada bulan Mei kemarin dan event tahunan seperti Turnamen Nasional dan Matsuri Kendo tournament bekerja sama dengan kedutaan Jepang di Indonesia. Nah, untuk event gashuku kali ini agak berbeda dari gashuku sebelum-sebelumnya. Selain materi yang diajarkan, juga peserta yang mengikuti. Peserta yang datang ada beberapa perwakilan dari semua dojo yang bernaung dalam anggota IKA seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Surabaya, dan Malang, dan juga beberapa warga negara Jepang.
12357213_10153791596612943_1963430875794372569_o
Hari pertama Gashuku diisi dengan materi kihon. Pada awal latihan, para peserta diwajibkan shomen suburi dengan tsuri ashi sebanyak 500 kali. Jadi dari ujung ke ujung lapangan, semua melakukan shomen uchi yang benar. Hal ini lumayan membuat berkeringat para peserta, meski ruangan saat itu dibantu dengan dingin nya AC. Setelah itu berlanjut pada pemanasan dimana yang melatih selama gashuku itu adalah Shiota sensei dan Ban sensei dengan diawasi Minami sensei. Para kenshin Indonesia pasti sudah kenal dengan nama Shiota sensei yang mempunyai teknik-teknik bagus dalam kendo, jadi ini merupakan kesempatan langkah. Setelah pemanasan, berlanjut pada latihan kihon. Kihon merupakan pondasi penting dalam kita belajar kendo, jadi jangan heran jika setiap kali Gashuku atau latihan bersama sensei baik itu seminar atau apapun, pasti akan diajarkan hal dasar ini. Latihan kihon dimulai dari ashi sabaki, atau latihan kaki dalam hal ini kuda-kuda. Mulai dari tsuri ashi maju, mundur, balik badan, semua diajarkan. Kemudian berlanjut pada pukulan-pukulan seperti Men uchi, Kote uchi, Do uchi, Kote men, tsuki dengan berbagai macam variasi. Dalam sesi pertama ini, tak lupa juga Shiota sensei mengajarkan bagaimana kita bisa belajar mengontrol shinai kita. Suatu hal yang kadang kita lupakan, tapi ini sangat penting. Untuk bisa mengontrol shinai kita, diperlukan juga pergelangan yang kuat.

Setelah istirahat, masuk pada sesi kedua. Pada sesi ini banyak belajar waza, aplikasi dari kihon yang kita pelajari tadi. Banyak sekali waza yang diajarkan, dan setiap waza harus dapat poin pada setiap pukulan, jika tidak sudah ada hukuman menanti, yaitu uchikomi men 6 kali. hehehe,,,,, Pada sesi ini banyak yang tumbang, mungkin karena sesi pertama tadi sudah menguras banyak energi. Kemudian gashuku hari pertama ditutup dengan godou geiko dengan para sensei dan setelahnya adalah acara dinner bersama seluruh peserta gashuku. Acara dinner digunakan untuk bersenang-senang dan share dengan sesama kenshin, ada yang ketawa-ketiwi bercanda, gossip, modus, kenalan, bahkan ada yang adu panco dengan para sensei. Acara ini benar-benar membuat refreshing setelah seharian “bersenang-senang” di dojo, rasa capeknya seketika hilang begitu saja, tetapi kembali lagi setelah kita istirahat di penginapan atau di rumah. hehehe…
12357117_10153791600022943_7415187153016675225_o
Gashuku hari kedua lagi-lagi diawali dengan shomen suburi sebanyak 300 kali, kembali “mengepel” lantai dojo. Selain itu juga materi tsuri ashi juga ada, ini untuk melatih langkah kita. Dan kemudian pengulangan beberapa kihon yang diajarkan pada gashuku hari pertama untuk kemudian ada materi shiai geiko. Untuk materi ini, dibagi beberapa kelas berdasarkan grade dan kemampuan. Ada 4 group yang dimana setiap anggotanya harus bertanding dengan sistem ippon shobu. Dari satu group itu diambil 3 besar untuk mengikuti tournament kecil-kecil an masih dengan sistem ippon shobu. Dan yang keluar jadi pemenang adalah Ukuda sensei. Setelah acara tersebut, diadakan lagi godou geiko bersama para sensei sebagai rangkaian penutup acara gashuku.
12339652_10153791592062943_7030819258399863991_o
Kesan dan pesan pada gashuku ini adalah ini adalah gashuku yang berbeda dari gashuku-gashuku sebelumnya. Pada gashuku ini banyak belajar tentang teknik dalam kendo dan untuk diri sendiri. Selain itu ikut sertanya para kenshin dari seluruh dojo, membuat gashuku semakin berwarna dan para sensei bisa melihat bagaimana perkembangan para kenshin di daerah lain. Untuk pesan, mungkin kedepannya bisa para kenshin yang masih muda bisa mengikuti event seperti ini, sehingga ilmu bisa langsung di dapat sendiri dan saling kenal anggota dari luar daerah. Jangan takut ikut gashuku, jika latihan keras, itu wajar karena gashuku untuk membentuk kita menjadi lebih baik dan lebih mengasah lagi skill kita dalam kendo.

Demikian tulisan tentang gashuku jakarta… terimakasih, sampai berjumpa lagi. 🙂

12339436_10153792732092943_6814334621046841500_o
12377963_10153791592332943_6317029306468737497_o
12341460_10208374496108009_7545231268464230925_n

Credit photo by Negla senpai (via facebook)

Suburi

Setiap akan memulai latihan, selalu ada sesi pemanasan yaitu suburi atau yang berarti mengayun. Dalam kendo, ada beberapa macam suburi, antara lain :

  1. katate-suburi(片手素振り?)

Ini adalah suburi yang lumayan berat, karena kita harus memegang shinai dengan satu tangan, yaitu tangan kiri yang buat sebagain besar kenshin adalah tangan yang lemah. Katate-suburi ini berfungsi sebagai acuan kita dalam memukul lurus lawan dan juga melatih pergelangan tangan supaya lebih fleksibel dalam memukul. Selain itu membiasakan kita memakai tenaga tangan kiri dalam memukul.

 

  1. haya-suburi(速素振り?)

Suburi satu ini biasa dilakukan pada akhir pemanasan. Suburi dengan melangkah secara cepat dengan pukulan shomen uchi ini juga berfungsi untuk menyelaraskan pukulan dan langkah kaki kita di posisi berjalan atau gerakan cepat. Terkadang gerakan suburi ini disebut choyaku-men.

 

  1. chōyaku-suburi(跳躍素振り?)

Berbeda lagi dengan suburi ini, suburi satu ini mengharuskan kita meloncat sambil memukul shomen. Lumayan buat pegal juga sih, tapi ini untuk menyelaraskan pukulan dan loncatan kita agar sama.

 

  1. jōge-suburi(上下素振り?)

Ada macam – macam suburi untuk membantu membuat fleksibel pergelangan tangan kita, salah satunya adalah joge suburi ini. Gerakan joge suburi adalah mengayun dari belakang sampai hampir menyentuh tanah, atau setinggi lutut kaki.

 

  1. naname-suburi(斜め素振り?)

Ini adalah suburi dengan pukulan diagonal ke arah dou lawan, dan pukulan dimulai dari sebelah kiri.

 

6.shōmen-suburi (正面素振り?)

Kalau suburi satu ini sudah tidak asing lagi, ini adalah ayunan ke arah kepala atau men.

 

  1. zenshin-kōtai-shōmen-suburi(前進後退正面素振り?)

Ini adalah suburi yang sama dengan shomen suburi, tetapi dilakukan sambil melangkah ke depan, lalu kembali ke belakang.

 

  1. sayū-men-suburi(左右面素振り?)

Jika tadi katate suburi adalah untuk melatih tangan kiri, kini adalah suburi untuk melatih tangan kanan. Cara nya adalah dengan mengayunkan shinai ke kenan kiri dengan kekuatan tangan kanan kita.

Suburi ini biasanya dilakukan sebanyak 10 set sebelum memulai latihan atau bisa juga 100 kali ayunan setiap latihan, terutama untuk naname suburi dan haya suburi.  Naname suburi berguna juga untuk membantu kita memukul dou lawan, dan haya suburi untuk membantu menambah stamina kita dalam berlatih.

Seperti kata sensei, suburi ini sangat membantu perkembangan skill kendo kita,karena itu setiap kenshin diwajibkan melakukan suburi di rumah secara intens setiap hari.

Tertarik mencoba ? silahkan….. hehehe…

Sensei

Foto bersama para sensei Kendo Jatim ki-ka : Yokota sensei, Sudo sensei, Masukata sensei, Toida sensei
Foto bersama para sensei Kendo Jatim
ki-ka : Yokota sensei, Sudo sensei, Masukata sensei, Toida sensei

Sosok penting satu ini adalah sorotan pertama dalam sebuah dojo. Sensei atau guru dalam bahasa Indonesia nya, bisa dibilang juga sebagai orang tua kita dalam kendo. Sosok yang menjadi panutan dalam perkembangan kendo kita, dan juga yang bertanggung jawab akan semua gerakan yang kita tampilkan. Di Indonesia ini tak sedikit dojo Kendo yang masih tidak memiliki sensei, kebanyakan para senpai yang mengambil alih tugas ini. Seperti yang saya alami ketika saya pertama kali bergabung dengan kendo, tepatnya di Malang Kendo Association (MKA) atau Asosiasi Kendo Malang. Awal saya belajar seni pedang dari Jepang ini adalah dari Iman senpai dan Sunaryo senpai yang merupakan pendiri dari MKA pada tahun 2009. Saya pertamakali belajar dengan sensei yang notabenya orang Jepang asli adalah pada Sudo sensei. Kali pertama itu saya berlatih di dojo Kouryuu atau Suroboyo Kenyuukai untuk persiapan grading pertama saya. Pelajaran lebih kompleks dan mendetail saya dapatkan dari Sudo sensei yang tak segan-segan mengkoreksi setiap pukulan saat jigeiko(sparing) dengan beliau. Salah satu media untuk belajar dari sensei adalah dengan jigeiko dengan mereka, karena dari situlah mereka bisa mengetahui seberapa kemampuan kita dalam kendo, bagaimana benar salahnya gerakan kita.

 

Yamamoto sensei
Yamamoto sensei

Seiring dengan berjalannya waktu, MKA bertumbuh tanpa kehadiran sensei waktu itu, tetapi kendo tetap terus berjalan dengan perjuangan para senpai dengan di pimpin Sunaryo senpai yang waktu itu menjadi motor organisasi ini setelah ditinggalkan Iman senpai yang kembali ke Surabaya. Untuk mendapatkan ilmu dari sensei, terkadang para senpai dan beberapa kohai harus datang ke Surabaya berlatih bersama Sudo sensei dan Masukata sensei. Pada tahun 2012, MKA akhirnya secara konsisten di kunjungi oleh Masukata sensei yang selanjutnya bersedia menjadi sensei di Malang. Berawal dari rasa ingin mengunjungi kawan lama di Universitas Brawijaya, Masukata sensei akhirnya berkorban 2 jam pulang-pergi Surabaya-Malang untuk bisa melatih para kenshi MKA. Datangnya Masukata sensei, membuat perubahan besar dalam cara ber kendo kenshi Malang, hampir semua berubah. Tak hanya dalam skill kendo, tapi juga dalam organisasi MKA. Mencari tempat latihan yang reguler, itu menjadi salah satu perubahan dalam MKA yang sebelumnya selalu berpindah-pindah.Semangat dalam berlatih pun masih selalu berlipat ganda.

Tidak bisa di pungkiri bahwa kehadiran dua sensei yang membina Kendo di Jawa Timur ini sangat membantu perkembangan kendo di sini. Tak hanya waktu yang sudah di korbankan,tetapi juga materi sering diberikan pada kami sebagai penyemangat dalam kendo. Seiring berjalannya waktu, tak hanya Masukata sensei dan Sudo sensei saja yang pernah memberikan ilmu pada saya, tetapi juga ada Yokota sensei, Toida sensei yang sampai sekarang terus membantu perkembangan kendo di Jawa Timur, bahkan ilmu dari para sensei sensei yang sudah kembali ke Jepang seperti Kawabe sensei, Yamamoto Sensei, Yamagami sensei, dan Hidaka sensei, sensei dari Jogja, yang masih selalu teringat dalam setiap latihan saya dan membentuk bagaimana skill kendo saya yang masih jauh dari harapan mereka. Di luar daripada dojo pun masih banyak saya temui para sensei, terutama dari kota lain seperti Jakarta dan Medan yang banyak memberikan ilmu pada saya. Dari merekalah saya bisa mencontoh semangat dalam kendo dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, semangat pantang menyerah dan totalitas dalam menjalani jalan pedang ini. Banyak sisi positif dan dampak positif jika kita mau terus mencari makna dari kegiatan kita ini.

Yamagami sensei farewell Keiko (Tachigiri)
Yamagami sensei farewell Keiko (Tachigiri)