Biografi Musashi Miyamoto, Kisah “asli” sang pendekar yang mungkin kita belum tahu.

Artikel Profil
Musashi Miyamoto Biografi

Saya rasa, hampir semua orang yang pernah bersinggungan dengan budaya Jepang pernah mendengar nama Musashi Miyamoto (nama keluarga Miyamoto). Apalagi kalau kita penggemar beladiri Jepang, utamanya Kendo.

Sayangnya, ternyata sumber utama yang kebanyakan orang ketahui tentang Musashi adalah novel fiksi karya Eiji Yoshikawa (nama kelarga Yoshikawa). Novel ini juga yang kemudian diadopsi menjadi ratusan film, novel, komik dll di Jepang. Sehingga orang beranggapan bahwa kisah Musashi yang sebenarnya adalah apa yang ditulis di Novel tersebut.

Baru-baru ini, saya baru saja selesai membaca biografi Miyamoto Musashi, yang di tulis oleh William Scott Wilson, dengan judul “The Lone Samurai: Kehidupan Miyamoto Musashi“, versi Bahasa Indonesia.

Salah satu “kelebihan” buku ini dibanding sumber-sumber yang selama ini kita tahu (tepatnya: apa yang saya tahu selama ini), adalah bahwa buku ini mengungkapkan fakta, yang mungkin jauh dari isi Novel Eiji Yoshikawa yang penuh dengan fiksi, ataupun komik-komik dan film-film yang pernah dibuat selama ini.

Buku ini mengungkap mulai dari masa kecil Musashi (yang pada masa kecilnya bernama Bennosuke), bagaimana dia bisa tinggal terpisah dari orang tuanya-terutama sang ayah; Munisai, teori-teori bagaimana dia bisa begitu kuat-hingga bisa membunuh seorang Samurai dewasa ketika dia masih berumur 13 tahun, masa awal pengembaraannya – sebelum akhirnya terdampar di Sekigahara, dan lain sebagainya.

Kita juga bisa mengetahui bagaimana masa-masa Musashi ketika menginjak usia 30 ke atas, yang penuh dengan karya seni yang tidak dibayangkan bisa dihasilkan oleh seorang yang mencurahkan hidupnya untuk belajar ilmu pedang. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengatur taman, perancang kota, penulis syair, pelukis, dan juga pemain drama Noh yang begitu bercita rasa seni.

Satu kesimpulan yang saya ambil dari buku ini, bahwa teknik Gaya Dua Pedang Musashi (Ni-ten Ichi-ryu) baru mengalami suatu pengembangan yang pasti ketika dia sudah menginjak usia diatas 30. Jadi ketika masa hidupnya diceritakan dalam Novel Yoshikawa Eiji, teknik Dua Pedangnya belum mencapai tingkat yang bisa dibilang puncak.

Selain itu, mengapa Musashi begitu terkenal dan begitu melegenda, bukanlah hanya karena keahliannya bermain pedang, tetapi karena intelektualitasnya, bakat alaminya yang begitu hebat dalam segala seni, dan juga kemantapan mental dan sikapnya dalam mendalami Zen dan Budhisme.

Seperti kita ketahui, setelah umur 30an, dia hampir tidak pernah menggunakan pedang sungguhan, hanya menggunakan pedang kayu, dan Musashi juga hampir tidak pernah membunuh orang dalam duel-duel yang dilakukannya kemudian. Juga bagaimana dia lebih memilih hidup dalam pengembaraan dari pada menjadi seorang Pejabat Daimyo -yang pastinya penuh dengan harta, kekuasaan dan segala kenyamanan duniawi, seperti yang banyak di inginkan oleh para Ahli Pedang jaman itu.

Buku ini juga memaparkan cerita-cerita tentang Musashi dari berbagai sumber, dengan berbagai kontroversi di dalamnya, dan menarik kesimpulan yang kira-kira paling masuk akal, dan memberi gambaran kepada kita, bagaimana pandangan orang-orang terhadap Musashi waktu itu.

Buku ini juga menceritakan banyak tokoh di sekitar Musashi, misal tentang keluarga Yoshioka, sejarah dan perkembangan aliran tersebut sampai dikalahkan oleh Musashi, dan kelanjutan kehidupan mereka setelahnya. Demikian juga dengan Yagyu Munenori dan Shinkage-ryu nya, dan masih banyak lagi, yang akan lebih membuka wawasan kita tentang ilmu beladiri jaman itu.

Buku ini bisa di pinjam di perpustakaan kota Malang secara gratis, tetapi hanya member yang bisa meminjam untuk dibawa pulang.

Sun

Kendoka, Malang, Jawa Timur, Indonesia

http://www.kendo.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *