Mengenal Tankendo, seni beladiri pedang pendek

Artikel Samurai Martial Arts
tankendo pedang pendek

Tankendo adalah seni beladiri yang sepintas sangat mirip dengan Kendo, tetapi pedang / shinai yang dipakai berukuran kurang dari setengah panjang shinai normal. Seperti apakah Tankendo? Mari kita bahas bersama.

Apa itu Tankendo

Tankendo terdiri dari 3 huruf kanji yaitu 短 (tan/pendek) 剣 (ken/pedang) dan 道(do / jalan) , sehingga secara harfiah Tankendo berarti “jalan pedang pendek”. Namanya sangat mewakili seni beladiri ini, karena memang yang dipakai adalah pedang pendek. Ukuran Tanshinai (Shinai yang dipakai oleh Tankendo) berukuran 53 cm, sementara shinai Kendo berukuran sekitar 120cm.

Tankendo adalah cabang dari beladiri Jukendo, dimana praktisi Tankendo biasanya juga praktisi Jukendo. Baik Tankendo maupun Jukendo mempunyai kurikulum Kata yang berhubungan (Tanken vs Juken, Juken vs Tanken) dan ada Kata yang melawan Katana (Tanken vs Katana, Juken vs Katana).

Secara sederhana bisa dikatakan, kalau Jukendo adalah seni beladiri berdasar penggunaan bayonet (Juken) yang terpasang di senapan, Tankendo berdasar penggunaan bayonet ketika terpisah dari senapannya.

Peralatan yang dipakai pun relatif sama. Selain senjata tentunya.

Sejarah Tankendo

Tankendo berkembang dimasa perang Jepang-Rusia dan Perang Dunia I, ketika tentara Jepang sesekali harus menggunakan bayonet dalam keadaan terlepas dari senapan. Berdasar kondisi tersebut, dirasa perlu adanya teknik pertempuran jarak dekat menggunakan bayonet. Pihak militer Jepang kemudian mencari inspirasi dari Teknik Koryu (teknik klasik) dan mereka mengadaptasi teknik dari Kodachi (pedang pendek).

Jadi bisa ditarik kesimpulan, sumber teknik Tankendo ada 2, yaitu dari teknik penggunaan bayonet (militer) dan kodachi (koryu).

Tankendo resmi diperkenalkan pada tahun 1921, hingga kemudian Jepang kalah perang dan semua kegiatan beladiri dilarang pada masa pendudukan tentara Sekutu. All Japan Jukendo Federation kemudian kembali memperkenalkan Tankendo ke umum pada tahun 1978, dan ujian tingkat yang pertama dilakukan pada tahun 1982.

Teknik Tankendo

Teknik Tankendo sangat identik dengan Kendo, ada 4 serangan: Kote, Men, Do, Tsuki. Bedanya hanya penggunaan Tanshinai sebagai ganti Shinai Standar Kendo. Plus ada 1 target tambahan yaitu tsuki kearah perut (Do-Tsuki), dan satu teknik Do-Tsuki yang didahului mengunci tangan kanan lawan (Seitai-Tsuki).

tankendo seitai tsuki
Seitai-zuki (Kata)

Dikarenakan jarak yang pendek, maka intensitas serangan dalam Tankendo bisa sangat tinggi, dan menuntut konsentrasi penuh, karena sedikit saja kita kehilangan focus maka kita akan terkena serangan lawan.

Peralatan Tankendo

Peralatan yang dipakai Tankendo sama dengan yang dipakai Jukendo, yaitu

Gi+Hakama

tankendo jukendo keikogi

Gi atasan yang mirip seragam militer jaman Meiji, dan hakama standar Budo

Bogu Tankendo

tankendo jukendo bogu

Bogu yang sama dengan yang dipakai Jukendo, tetapi tanpa KATA (pelindung bahu dan jantung), dan Kote hanya dipakai di tangan Kanan. Urabuton juga dipakai dibawah ketiak kiri.

Tanshinai/Tankendo Bokuto

tankendo tanshinai
Tanshinai

Tanshinai (pedang bamboo pendek) untuk latihan rutin dan pertandingan, sementara Tankendo Bokuto / Bokken dipakai dalam latihan Kata (rangkaian gerak) seperti halnya Kendo

Kejuaraan Tankendo

Pertandingan (shiai) Tankendo sangat identik dengan pertandinga Kendo dan Jukendo. Pertandingan Tankendo menggunakan sampon shobu, atau pertandingan 3 poin. Kompetitor yang mendapat 2 poin memenangkan pertandingan. Tiap pertandingan biasanya berdurasi 3-10 menit, tergantung jenis event nya.

Karena jarak yang pendek, pertandingan bisa berjalan sangat cepat dan sengit.

Di Jepang, All Japan Tankendo Championship rutin digelar tiap tahun. Seperti halnya Jukendo, mayoritas peserta tournament merupakan Pasukan Beladiri Jepang (Japan Self Defense Force). Tetapi saat ini sudah mulai banyak peserta dari kalangan sipil.

Untuk kategori anak-anak, yang dipertandingan adalah Kata, mirip dengan pertandingan Jodo.

Perkembangan Tankendo

Karena tergolong baru, belum banyak orang yang mengenal bela diri ini, bahkan di Jepang sekalipun.

Salah satu cara memperkenalkan Tankendo adalah dengan mengikuti Isshu Jiai. Isshu Jiai adalah pertandingan eksibisi antar Budo, biasanya Kendo dengan beladiri lain seperti Naginata, Jukendo, Tankendo.

Saat ini sudah beberapa asosiasi Tankendo di Eropa. Untuk di Indonesia sepertinya belum ada.

Demikianlah pembahasan tentang Tankendo, beladiri yang sangat unik dan cukup asing bagi kita orang awam. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa Jepang sangat kaya akan berbagai jenis Beladiri/Budo.

Referensi:

  1. All Japan Jukendo Federation

Bonus, video tentang Tankendo di NHK World

Sun

Kendoka, Malang, Jawa Timur, Indonesia

http://www.kendo.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *