Tentang Dojo dan Perlengkapannya

Artikel
dojo tradisional jepang
Dojo tradisional Jepang (sakurabudokan.com)

Dojo adalah aula atau ruangan tempat untuk berlatih beladiri khususnya beladiri asal Jepang. Seperti apa dojo dan apa saja perlengkapannya?

Secara terminology, Dojo terdiri dari 2 huruf kanji, yaitu Do 道 (jalan) dan Jo 場 (tempat). Do / Jalan di sini merujuk ke beladiri Jepang, yang kita sebut juga Budo.

Budo sendiri terdiri dari 2 huruf kanji yaitu Bu 武 (prajurit / kesatria) dan Do 道 (jalan). Jadi Budo adalah jalan prajurit / warriors way yang kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi beladiri. Dojo adalah tempat “jalan” atau beladiri tersebut dilakukan atau dilatih.

dojo kyudo
Kyudo Dojo, mempunyai lapangan yang luas.

Dojo tiap Budo cenderung berbeda karena kebutuhan tempat dan menu latihan yang tidak sama. Ada dojo yang menggunakan lantai kayu untuk beladiri seperti Kendo, Karate, Naginata, Iado dan lain-lain, ada juga dojo uang menggunakan lantai tatami / matras untuk beladiri yang banyak melakukan bantingan, seperti Aikido dan Judo.

Tetapi secara umum, Dojo mempunyai kelengkapan dan dekorasi sebagai berikut:

Kamiza / Shomen

dojo shomen kendo
Kendoka berbaris menghadap Kamiza / Shomen sebelum menutup latihan.

Kamiza adalah tempat yang dianggap sebagai tempat kehormatan. Biasanya di bagian ruangan yang dianggap lebih tinggi. Misal di dalam aula, kamiza adalah mimbar atau panggung.

kamiza dojo aikido
Kamiza / Shomen sebuah dojo Aikido

Di area Kamiza, seringkali di letakan foto pendiri, atau kaligrafi nama dojo / perguruan. Di sisi samping Kamiza seringkali terdapat Taiko (drum tradisional Jepang) dan Yoroi (Armor Samurai).

Biasanya, Budoka selalu menghormat dengan membungkut ke arah Kamiza / Shomen setiap kali masuk dan keluar ruangan dojo, dan juga setiap kali memulai dan mengakhiri latihan.

Kamidana

kamidana dojo
Kamidana di sisi Kamiza / Shomen

Di dojo tradisional Jepang, sekitaran Kamiza seringkali ada Kamidana, altar tempat sembahyang. Kamidana seringkali berisi dupa atau sesajen. Terkadang juga terpasang Senjata yang dikramatkan misal pedang warisan pendiri dojo.

Nafudakake

dojo nafudakake
Salah satu contoh nafudakake

Di banyak dojo di Jepang, nama anggota dojo dipasang di sisi dinding bagian atas. Nama tersebut ditulis dalam papan kayu yang di sebut nafudakake. Sering kali dalam nafudakake tertulis juga status dan tingkatan anggota yang bersangkutan. Misal anggota “A” adalah asisten pelatih (shihandai) dan memiliki grade Yondan (Dan 4). Terkadang Nafudakake juga disusun berdasarkan struktur Dojo, mulai dari Sensei, asisten pelatih dan seterusnya.

Senjata / perlengkapan latihan

dojo weapons rack tempat senjata

Beraneka senjata dan perlengkapan lain seringkali ditempel di dinding Dojo. Kadang juga ada yang disimpan dilemari yang menempel ke dinding Dojo.

Tempat duduk pengunjung

Tidak semua dojo mempunyai spot khusus untuk pengunjung. Tetapi biasanya disediakan tempat tersendiri agar pengunjung tidak mengganggu latihan. Biasanya di sisi ruangan yang berlawanan arah dengan Kamiza / Shomen.

Untuk di Indonesia, memang tidak banyak tempat yang khusus dipakai untuk berlatih beladiri. Seringkali Budoka (praktisi Budo) harus menggunakan fasilitas umum seperti gedung serbaguna, atau balai pertemuan. Sehingga tidak bisa menempatkan perlengkapan dojo seperti yang disebut di atas.

Namun Budoka tetap menganggap shomen ada, biasanya bagian dari ruangan yang dianggap lebih tinggi, salah satu contohnya dengan adanya panggung, atau gambar lambang Negara seperti bendera nasional dan burung garuda.

Budoka juga melakukan rei atau menghormat kearah shomen ketika masuk dan keluar ruangan, serta sebelum dan selesai latihan, sebagai salah satu etika di dalam dojo.

Referensi

  1. Wikipedia
  2. Weblog Tozando

Sun

Kendoka, Malang, Jawa Timur, Indonesia

http://www.kendo.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *