Olah raga beladiri pedang dari Jepang, apa saja?

Artikel
beladiri pedang dari jepang

Ketika mendengar olah raga beladiri pedang dari jepang, pikiran kita langsung mengarah ke Kendo. Namun ternyata Kendo bukanlah satu-satunya olah raga beladiri pedang yang berasal dari Jepang. Ada beberapa olah raga beladiri lain yang juga menggunakan pedang sebagai senjata utamanya, hanya saja mungkin olah raga beladiri ini kurang popular, bahkan di negeri Jepang sendiri.

Apa sajakah olah raga beladiri pedang dari Jepang?

Kendo 剣 道

kendo

Kendo mungkin adalah olah raga beladiri dengan praktisi terbanyak di Jepang. Hal ini dikarenakan Kendo dianggap mewakili jiwa bushido yang dimiliki Samurai pada jaman dahulu. Sehingga Kendo menjadi salah satu kurikulum wajib yang harus diikuti oleh siswa sekolah di Jepang. Semua siswa SMP dan SMA wajib memilih antara Kendo atau Judo, dan kebanyakan memilih Kendo.

Di luar Jepang, olah raga beladiri ini juga terus berkembang. Terbukti negara peserta World Kendo Championship terus bertambah. Kendo mungkin adalah olah raga beladiri bersenjata dengan praktisi terbanyak di dunia, mengalahkan anggar (fencing).

Kenjutsu 剣 術

kenjutsu beladiri pedang dari jepang

Kenjutsu adalah beladiri pedang yang merupakan akar dari beladiri Kendo. Lihat perbedaan Kendo dan Kenjutsu di artikel ini.

Kenjutsu terdiri dari 2 huruf, Ken剣 (pedang) dan Jutsu術 (Teknik/Ilmu) secara harfiah berarti ilmu pedang, sementara Kendo terdiri dari huruf Ken 剣 (pedang) dan Do 道 (jalan), yang berarti jalan pedang.

Ini untuk membedakan aspek tradisional dan modernnya. Semua beladiri yang menggunakan akhiran Do adalah beladiri modern (Gendai Budo) yang lahir setelah era Meiji, sementara semua beladiri yang menggunakan akhiran Jutsu adalah beladiri klasik (Koryu Bujutsu), yang lahir sebelum era Meiji. Artikel tentang perbedaan Gendai Budo dan Koryu Bujutsu bisa dibaca di sini.

Kenjutsu merupakan ilmu pedang secara umum, sementara untuk aliran atau perguruan yang ada cukup banyak dan masing-masing bervariasi dalam gaya dan tekniknya.

Dalam latihannya, Kenjutsu biasanya menggunakan pedang kayu atau pedang logam asli.

Iaijutsu 居合術 / Iaido 居合道

iaido beladiri pedang dari jepang

Iaido terdiri dari hurufkanji 居 (i), 合 (ai), dan 道 (dō). Asal mula dari dua karakter pertama, iai (居合), dipercaya berasal dari kalimat Tsune ni ite, kyū ni awasu (常に居て、急に合わす), yang secara kasar dapat diterjemahkan sebagai “terus-terusan (bersiap), melawan/merespon (musuh) secara tiba-tiba”. Jadi penekanan utama dalam ‘iai’ adalah pada keadaan psikologis yang selalu siap untuk mencabut pedang dan menanggapi serangan mendadak secepat mungkin.

Iaijutsu dan Iaido adalah beladiri pedang yang berfokus pada teknik mencabut pedang, memotong lawan, membersihkan darah dari pedang, dan kemudian memasukan pedang ke sarungnya.

Iaijutsu adalah versi tradisionalnya, dan masih mengacu para kurikulum perguruan (ryuha) dari jaman Samurai. Iaido adalah versi modern dan kurikulumnya menginduk ke organisasi All Japan Kendo Federation.

Dalam latihan Iaijutsu/Iaido menggunakan pedang yang disebut Iaito (pedang Iai) yang tidak tajam, atau menggunakan Shinken, pedang tajam.

Battojutsu 抜刀術/ Battodo 抜刀道

battodo battosai beladiri pedang dari jepang

Kalau kita mendengar nama Battojutsu, mungkin kita langsung teringat dengan Samurai X atau Kenshin Himura, tokoh fiksi yang sangat terkendal di dunia Manga/Anime, dan sekarang juga sudah dibuatkan versi film layar lebarnya.

Battojutsu terdiri dari huruf Batsu 抜 (mengeluarkan)  To 刀 (pedang) dan jutsu 術 (teknik). Jadi Battojutsu bisa diartikan sebagai teknik mengeluarkan / mencabut pedang.

Battojutsu bisa dibilang sama dengan Iaijutsu. Konon menurut sejarah, penggunaan Battojutsu memang sudah digunakan sejak jaman dahulu. Sementara istilah Iaijutsu baru digunakan di abad awal abad 20.

Perbedaan mungkin baru terlihat di versi Gendai Budo nya, yaitu perbedan antara Battodo dan Iaido. Secara umum biarpun sama-sama berfokus pada teknik mencabut, menebas, dan memasukan kembali pedang, teknik Battodo lebih fokus ke teknik setelah pedang tercabut.

battodo beladiri pedang dari jepang

Untuk kompetisi juga berbeda. Kejuaraan Battodo dalam bentuk Kata dan terdapat target untuk dipotong. Sementara Iaido hanya Kata saja.

Tankendo 短剣道

tankendo beladiri pedang pendek dari jepang

Tankendo terdiri dari 3 huruf kanji yaitu Ta n短 (pendek) Ken 剣 (pedang) dan do 道( jalan) , sehingga secara harfiah Tankendo berarti “jalan pedang pendek”. Namanya sangat mewakili seni beladiri ini, karena memang yang dipakai adalah pedang pendek. Ukuran Tanshinai (Shinai yang dipakai oleh Tankendo) berukuran 53 cm, sementara shinai Kendo berukuran sekitar 120cm.

tankendo kata

Sebagai Gendai Budo (beladiri modern), Tankendo berakar pada penggunaan Kodachi dan juga mengadaptasi teknik dari penggunaan Bayonet.

Tankendo sepintas mirip sekali dengan Kendo, baik dalam pakaian maupun kejuaraannya. Hanya saja Tankendo memiliki beberapa teknik yang tidak ada di Kendo, misalnya teknik mengunci tangan lawan sambil menusuk kearah perut.

Selain olah raga beladiri di atas, ada beberapa beladiri yang memasukan penggunaan pedang dalam kurikulumnya, meskipun bukan sebagai senjata utama. Diantaranya adalah Aikido (disebut Aikiken), Jujutsu (mungkin di luar negeri tidak, tetapi di Indonesia ada teknik senjata pedang juga), dan juga Kempo.

Ternyata Jepang memang kaya sekali akan beladiri ya, termasuk yang sama-sama menggunakan pedang, tetapi ternyata berbeda nama beladirinya. Semoga informasi ini berguna dan kita menjadi lebih paham tentang berbagai olah raga beladiri pedang dari Jepang.

Referensi:

E-budo forum

Sun

Kendoka, Malang, Jawa Timur, Indonesia

http://www.kendo.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *